Friday, 1 September 2017

Panaroma Alam Kampar

Objek Wisata Panaroma Alam Kampar -Jika Anda punya rencana liburan ke Bangkinang, Kabupaten ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Bangkinang merupakan ibu kota dari Kabupaten Kampar yang berada di Provinsi Riau.
Setelah di explore lebih dalam, ternyata Bangkinang ini juga memiliki banyak tempat-tempat wisata yang bernuansa alam, Sejarah, Religi maupun Kuliener yang tak kalah dengan wisata kota besar lainnya.
Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau, Posisi Kabupaten Kampar persis dilalui garis khatulistiwa, hutan tropisnya begitu istimewa, sungai dan anak sungai menghiasi alam Kampar, tentunya sebuah potensi daya tarik tersendiri untuk kepariwisataan di Kabupaten Kampar.
selama ini pemerintah masih terpaku dengan potensi migas dan sumber daya energi, namun ternyata lama kelamaan sumber ini sudah mulai menipis, dan sudah saatnya potensi wisata yang dijadikan andalan, agar sektor perekonomian Kabupaten Kampar tetap tumbuh.
Kepedulian banyak pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata sudah semakin nyata.Terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di berbagai desa sebagai pelaku usaha dan wisata serta terbentuknya komunitas petualang di berbagai daerah yang selalu mempromosikan potensi wisata merupakan modal awal untuk mengembangkan pariwisata di Kampar.
Ternyata selama ini Kabupten Kampar memiliki potensi wisata alam, wisata sejarah, budaya dan kuliner yang luar biasa namun potensi ini harus belum begitu maksimal dieksplorasi dengan baik dan belum maksimal untuk dikembangkan. Jika ini dikembangkan dengan maksimal maka menjadi sumber perekonomian bagi masyarakat dan pendapatan asli desa/ daerah .
Dengan tumbuh kembangnya kelompok sadar wisatas dan komunitas pecinta alam diharapkan mampu menimbulkan kesadaran masyarakat secara luas mengenai potensi wisata yang ada dikampar, agar masyarakat diluar kampar datang berkunjung ke objek wisata Kabupaten Kampar.
  • Pesona Air Terjun Lubuk Bigau
    Indahnya Pesona Air Terjun Lubuk Bigau
    Indahnya Pesona Air Terjun Lubuk Bigau

Pesona alam dan Air Terjun Lubuk Bigau di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar memanggil  kamu yang suka dengan wisata petualangan alam bebas dan rute yang menantang dan menawarkan keasrian alam, kesejukan dan udara yang masih segar. Objek wisata ini akan memberikan kesan baru dalam hidup kamu.
Air Terjun Lubuk Bigau dengan ketinggian 150 meter yang terletak di desa Lubuk Bigau, Kobun Tinggi dan Pangkalan Kapas Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar ini merupakan air terjun tertinggi di pulau sumatera bahkan lebih tinggi dari pada Air Terjun Sipiso-piso yang tingginya hanya 120 meter.
Tumpahan airnyapun menghujam langsung kebawah tanpa menyentuh dinding tebing yang menjulang tinggi ke awan. Air terjun yang terletak di tengah hutan belantara itu dikenal masyarakat dengan nama Air Terjun Lubuk Bigau atau Air Terjun Pangkalan Kapas.
Air terjun ini memang sangat menarik untuk dijelajahi dan sering dijadikan tujuan wisata keluarga atau komunitas pecinta alam serta sebagai obyek wisata adventure bagi mahasiswa yang ingin mengadakan camping ataupun hiking sambil berekreasi. Pemandangannya sungguh menakjubkan karena air yang jauh tanpa menyentuh dinding bebatuan yang menjulang tinggi
Tidak diragukan lagi, Air Terjun Lubuk Bigau menyimpan obyek wisata petualangan alam bebas yang sangat menakjubkan dan beraneka ragam.Dimulai dari suasana pedesaan yang masih terasa asri dikelilingi hutang belantara Hutan Lindung dengan pepohonan yang berusia puluhan tahun menjulang seakan menyangga langit.
  • Gunung Sahilan
    Situs Sejarah Gunung Sahilan
    Situs Sejarah Gunung Sahilan
     

     Gunung Sahilan adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Kampar. Jika anda mengunjungi Kota Telukkuantan, maka Anda pasti akan melewati Gunung Gahilan. Desa ini memiliki objek wisata yang memiliki potensi besar yaitu Istana Kerajaan Gunung Sahilan.

    Pada mulanya, Gunung Sahilan bernama Gunung Ibul. Di kawasan Gunung Ibul itu, masih terdapat beberapa bekas situs sejarah. Di masa Gunung Ibul, atau Kerajaan Gunung Sahilan Jilid I, masyarakat masih beragama Budha, dibuktikan dengan bekas-bekas kandang babi dan tapak-tapak benteng .

    Beberapa keturunan raja terakhir, Tengku Yang Dipertuan (TYD) atau lebih sering disebut Tengku Sulung (1930-1941) seperti Tengku Rahmad Ali dan Utama Warman, kerajaan Gunung Sahilan Jilid I diawali dengan Kerajaan Gunung Ibul yang merupakan kerajaan kecil.

No comments:

Post a Comment